Apa Itu Bounce Rate? Apakah Penting Untuk Seo?

Apa sih yang dinamakan “bounce rate” itu? Istilah bounce rate ini sering muncul ketika blog anda sudah memasang atau terintegrasi dengan google analytics. Langsung saja, berikut pembahasan seputar bounce rate serta pentingnya untuk SEO https://p-store.net/penulisan/30388/jasa-5-pbn-backlink-murah-berkualitas.


Sederhananya, bounce rate yaitu rasio pentalan. Maksudnya, bounce rate merupakan angka persentase antara jumlah visitor yang hanya mengunjungi satu halaman/artikel dalam sebuah blog, yang berbanding dengan total pengunjung secara keseluruhan.
Agar lebih gampang dipahami, contohnya ada pengunjung yang mengunjungi salah satu artikel di blog anda. Ketika pengunjung membaca artikel di blog anda, sanggup saja pengunjung eksklusif keluar dari blog anda, atau sanggup saja pengunjung betah membaca goresan pena anda sehingga mengunjungi artikel anda yang lain. Nah, bounce rate ini merupakan asumsi banyaknya pengunjung blog anda dalam satu artikel yang eksklusif pergi, dan pengunjung blog yang betah membaca goresan pena anda. 
Jadi, apabila jumlah angka persentase bounce rate terhitung tinggi, artinya banyak pengunjung yang eksklusif pergi ketika membaca artikel anda. Namun semakin kecil angka persentase bounce rate, maka jumlah pengunjung yang betah membaca artikel anda terbilang banyak.

Faktor yang Mempengaruhi Bounce Rate

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, semakin tinggi angka persentase bounce rate maka banyak pengunjung yang eksklusif pergi atau keluar dari blog anda. Hal tersebut mengambarkan bahwa blog anda mempunyai kualitas yang jelek di mata pengunjung. Ada beberapa lantaran mengapa bounce rate suatu blog sanggup sangat tinggi, mirip diantaranya:

  • Kualitas konten yang buruk. Hal ini tentu berlaku pada siapa saja. Baik saya ataupun anda, setiap orang niscaya tidak tertarik untuk membaca konten yang mempunyai kualitas buruk. Entah mungkin lantaran artikel tersebut hasil copas, memakai bahasa yang sulit dipahami, klarifikasi yang terlalu rumit, dan lain sebagainya. Sehingga tak mengherankan kalau banyak pengunjung eksklusif keluar dan berpaling menuju blog lain.
  • Loading blog yang usang (lemot). Biasanya, orang-orang tidak akan tertarik dan eksklusif keluar kalau mengunjungi artikel di blog dengan loading yang lama. Kecepatan loading biasanya dipengaruhi oleh jumlah gambar yang berlebihan, template blog, dan banyak iklan.
  • Terlalu banyak iklan pop up. Siapa pun niscaya jengkel dengan artikel yang terlalu banyak diberi iklan pop up. Sering kali iklan pop up menghalangi goresan pena di artikel, dan sering juga mengarahkan kita menuju halaman lain. Bila artikel anda mempunyai banyak iklan pop up, lebih baik dihilangkan. Karena biasanya iklan pop up selalu memperlihatkan bounce rate yang tinggi.
  • Blog hanya mempunyai 1 artikel saja. Sebenarnya tidak selamanya blog yang mempunyai 1 artikel mempunyai bounce rate yang tinggi, asalkan konten di dalamnya mempunyai kualitas tinggi dan berisikan apa yang dicari pengunjung. Namun blog yang hanya mempunyai 1 artikel saja, berpeluang besar mempunyai bounce rate yang tinggi, lantaran pengunjung tidak punya pilihan lain dikarenakan hanya ada 1 artikel itu saja yang dibaca. Akibatnya pengunjung cepat bosan dan meninggalkan blog.
Cara Menghitung Bounce Rate
Berdasarkan pengertiannya, bounce rate yaitu persentase pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman berbandinng dengan total pengunjung keseluruhan. Berati sanggup diambil kesimpulan cara untuk menghitung bounce rate, yaitu dengan rumus :
Jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi 1 artikel saja / Total pengunjung blog keseluruhan x 100%
Sebagai contoh, contohnya total keseluruhan pengunjung blog anda sebanyak 10.000 pengunjung. Dari jumlah tersebut, terdapat 3500 pengunjung yang hanya mengunjungi 1 artikel saja, kemudian keluar dari blog anda. Dengan memakai rumus diatas, maka perhitungan persentase bounce rate adalah:

3500/10.000 x 100% = 35%

Maka sanggup disimpulkan, bounce rate atau rasio pentalan blog anda sebesar 35%. Namun, kalau anda tidak ingin repot untuk menghitung bounce rate sendiri, anda sanggup mendaftarkan blog anda ke google analytics atau alexa. Nantinya secara otomatis sudah terpampang terang berapa besar bounce rate blog anda disana.

Berapa Nilai Bounce Rate yang Ideal?

Seperti yang kita tahu, semakin kecil nilai bounce rate artinya semakin banyak pengunjung yang betah untuk membaca artikel anda. Kalau begitu, blog dengan nilai persentase sebesar 1-10% (semakin kecil) merupakan nilai yang sangat ideal bukan? Kalau secara teori, tentu saja jawabannya benar. Namun berdasarkan beberapa sumber mirip indravedia, struktur kode, dan sumber lainnya, nilai bounce rate yang sudah terbilang ideal sebesar 20-30%. Mengapa, lantaran nilai bounce rate yang ideal setiap blog itu berbeda-beda, tergantung dari jenis blog itu sendiri. Intinya lebih kecil lebih bagus, hanya saja hingga ketika ini nilai 20% sudah dinilai sangat ideal, lantaran butuh usaha besar untuk mencapai angka tersebut.

Pengaruh Bounce Rate Terhadap SEO https://p-store.net/penulisan/30388/jasa-5-pbn-backlink-murah-berkualitas

Bounce rate ini kalau diibaratkan mirip sebuah koin dengan dua sisi. Di sisi pertama, nilai bounce rate yang kecil mengambarkan suatu blog mempunyai kualitas SEO https://p-store.net/penulisan/30388/jasa-5-pbn-backlink-murah-berkualitas on page yang baik. Mulai dari template yang SEO https://p-store.net/penulisan/30388/jasa-5-pbn-backlink-murah-berkualitas friendly, penggunaan iklan yang tidak mengganggu, dan konten yang berkualitas. Sehingga pengunjung betah untuk membaca dan berlama-lama di artikel blog anda. Makara semakin kecil bounce rate, maka sudah niscaya suatu blog mempunyai kualitas SEO https://p-store.net/penulisan/30388/jasa-5-pbn-backlink-murah-berkualitas yang baik.

Di satu sisi yang lain, besar kecilnya bounce rate ini bergotong-royong tidak mensugesti ranking blog pada SERP (Search Engine Result Page). Berdasarkan klarifikasi Matt Cutts, google analytics sanggup mengetahui nilai bounce rate, namun ia menjelaskan bahpa pihak Google Search Team tidak mengakibatkan data dari google analytics (seperti bounce rate dan time on site) sebagai indikator dalam memilih ranking blog. Artinya besar kecilnya nilai bounce rate, tidak menjadi jaminan atau tidak mensugesti rangking blog pada SERP.

Intinya, walapun nilai bounce rate tidak mensugesti ranking blog (PageRank), tetap saja anda harus meningkatkan kualitas konten ndan blog anda. Karena semakin baik kualitas suatu blog, akan menciptakan pengunjung betah dan berlama-lama di blog anda. Hal itulah yang akan menciptakan angka persentase rasio pentalan atau “bounce rate” semakin kecil.


Sumber https://sebodblog.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *